Semoga Allah selalu memberi kekuatan untuk keluarga eril Aamiin...Seorang Ayah yang Tak Bersuara, Ridwan Kamil: Seandainya Kami Bisa Bertukar Tempat
SahabatBaca - Humoris, sifat itulah yang kerap ditunjukkan Ridwan Kamil sebagai pejabat yang dekat dengan rakyat.
Namun selepas insiden hilangnya Emmeril Kahn atau Eril di Sungai Aare Swiss, dunia pun tak ada yang berani mendebat ketika citra periang itu padam.
Bagaimana tidak, sebagai seorang ayah, kehilangan anak tercinta adalah ujian berat yang mengharuskan mereka beradaptasi dengan takdir sepanjang sisa hidupnya.
Tak heran setibanya di Indonesia, beberapa kali kamera menangkap mata Ridwan Kamil yang terlihat sembap.
Emil, sapaan akrabnya mengaku bila dia tidak bisa melarikan diri dari kesedihan.
Bahkan jika jiwa bisa ditukar, orangtua mana yang mau sang anak pergi lebih dulu menghadap Pencipta.
"Seandainya kami bisa bertukar tempat. Seandainya. Pastilah itu yang setiap orangtua akan lakukan," katanya.
Saat berdiri tegar di hadapan para pelayat, Emil tak menampik bila sebagian dirinya berontak, tangisnya meraung-raung meski tak terdengar telinga.
Begitu pun dengan sang istri, yang kabarnya kerap menangis setiap malam.
"Namun logika manusia tidak sama dengan ketetapan takdir. Dan jika terdengar cucuran tangis ibunya setiap malam dan raungan tak bersuara ayahnya, itu semata karena hati kami hancur berkeping-keping," ujarnya.
Kendati demikian, mereka enggan runtuh dihantam duka.
Meski harus berjalan perlahan, Ridwan Kamil bertekad untuk tetap melanjutkan hidup dengan penuh rasa ikhlas.
"Saat ini kami sedang menggapai tali keimanan dan keikhlasan agar bisa memandu kami beradaptasi dengan takdir ini," ucapnya.***
